Fanfiction-Meer Campbell’s Arival and Lacus’s Secret
March 31st, 2007 by kagurafuukoGundam SEED Destiny’s Fan fiction
Genre: Drama/Humour
Fan Fiction’s Story by: Kagura Fuuko (Paula Amelia)
Disclamer: Sunrise
Warning: Fanfic ini mengandung bahasa kasar yang udah
“disensor” J
Satu lagi, karena sang pengarang lahir dan tinggal di
Cirebon
…jadi jangan heran kalo ada kata2
sopan nan kasarnya wakakakakakakak
Ratting: T (teenager) atou bisa juga K+
A/N: Fanfiction ini dibuat berdasarkan hobi sang pengarang
yang doyan Yaoi. Tapi fanfic gue yang pertama ini “aman” kok dan tanpa
“hints”…tapi ada aja fanservice buat cewek biarpun ngak terlalu banyak.
Ni fanfic diberikan untuk porsi utama Meer Campbell dan
Lacus Clyne…yang ngak suka ma Meer? Ya udah sana pulang ngak usah baca.
Special thanks buat Tasya my best pren atas beberapa ide
bagusnya yang membuat fanfic ini semakin “gila” dan “geblek”
>satu lagi…ni fanfic harusnya ONE SHOT…tapi ngebet nih…jadi g pasang aja sekarang….cuma belon kelar…baru 3/4 nya<
Suatu siang di ORB, seorang gadis
berambut panjang berwarna pink yang mirip (atau sama muka) dengan Lacus Clyne
sang Utahime dari PLANT yang bernama Meer Campbell berjalan menuju rumah
peristirahatan Attha…tempat Kira, Lacus, Murrue, Andy, Malkio dan anak2 yatim
piatu tinggal. Meer yang bekerja sebagai “pengganti” Lacus yang sedang tidak
ada di PLANT bermaksud untuk mengunjungi mereka sekalian wawancara. Tujuan
utamanya sudah pasti minta tanda tangan sang Utahime yang dikaguminya, tetapi
dia juga harus mewawancarai seperti apakah Lacus Clyne itu. Buat apa? Ya sudah
pasti lah biar si Meer ngak salah “peran”. Patut diwajari bahwa Meer tidak
pernah ketemu dengan Lacus, jadi nda tau bagaimana sifat-sifatnya. Dari luar,
warga-warga PLANT tahu bahwa Lacus Clyne punya sifat kalem, tenang, dan bijak
juga baik hati. Tetapi sang pemimin PLANT, Gilbert Dullindal menyuruh Meer
wawancara aja sekalian biar tambah kenal. Gil juga ada maksud laen sih. Dia
nitip tanda tangan dan biodata Lacus juga =), sudah pasti diam-diam biar ngak
ketahuan ma Talia.
Sudah 3 jam Meer berputar-puter
ke tempat yang sama. Dia ngak nemu-nemu juga tuh rumah sang Utahime. Masa sih
rumahnya ngak kelihatan alias di tempat tersembunyi. Ya iyalah ngak mungkin,
dah abad Cosmic Era masih aja ada shinobi-shinobi-an. Tapi keren juga sih kalo
ada.
‘e….tooo…Harusnya rumahnya di sini yah?’pikir Meer setengah mati
nyari-nyari tuh rumah. Kayaknya dia tuh buta arah yah. Nguber-nguber ke segala
tempat, ngak ketemu juga tuh rumah.
‘Nih peta bener tah?’kata Meer dalam hati ‘Dullandal-gichou tulisannya
burak amat’(maaf untuk fans dullindal).
Meer kebingungan setengah mati, sampai akhirnya dia melihat
seorang pria imut-imut berkulit rada gelap, berambut coklat lembut, dan bermata
amethyst. Langsung saja Meer menyambar pria imut nan cantik itu.
“Mas..eh mas…mau nanya, rumah
peristirahatan Attha tuh di mana yah?”tanya Meer langsung sementara tuh cowok
kaget setengah mati setelah melihat wajah Meer dan mendengar suaranya.
“Lho…Lacus! Kok kamu ada di sini?
Bukannya kamu lagi maen ma anak-anak di rumah…” katanya kaget.
Meer ikutan kaget. ‘Mungkin dia kira aku Lacus-sama kali yah,
eh, mungkin dia tau rumahnya Lacus-sama’pikirnya.
“Maaf, saya bukan Lacus-sama, duh
gimana yah ceritanya….nama saya adalah Meer Campbell. Saya diminta oleh
Dullindal-gichou untuk mewawancarai Lacus-sama” kata Meer sopan.
“oouuww…gitu toh”kata cowok itu ‘gile…gue pikir tadi Lacus keluar pake baju
seksi kayak gitu…kaget deh….ngak
mungkin Lacus pake celana jeans ma lekton…duh kok BJBK gini seeeh’ pikir cowok itu
dalam hati.
“Terus, saya tersesat karena peta
yang diberikan gichou. Saya ngak ngerti banget ma nih peta” sambung Meer sambil
menunjukan peta tersebut kepada cowok itu.
‘Busyeeeet….apaan nih! Tulisan amburadul setengah mati kayak cakar
Godzilla!!’kata cowok itu sambil melihat tulisan yang sangat sangat
amburadul dan berantakan seperti habis kena musibah banjir (hiperbola).
“Anoooo…?” tanya Meer keheranan
melihat reaksi cowok itu.
“Ng, gimana yah…saya rasa ni peta
tuh ngaco abis deh” kata cowok itu dengan senyum dipaksakan.
“Eh? Kok bisa?” “Rumah
peristirahatan Attha tuh mesti lewat pantai dan lewat jalan *** dan ke ***
terus ke gang *** dan ke RW 05 dan RT 10, sedangkan di peta ini malah menuju ke
Onsen terkenal di ORB.”
“Wah duh…kok ngaconya gede banget
yah” kata Meer panic. ‘A*****T….KI**K…WTF….apaan
sih tuh gichou….belum kakek kakek dah pikun, ngasih peta aja ngak becus!!!!’
marahnya dalam hati.
‘Yah mana gue tau, siapa sih yang bikin peta? Bisa-bisanya bikin
kesasar sampe 10 arah, mana tulisannya ancur ngak kira-kira’ pikir cowok
itu.
“Bagaimana kalo saya antar mbak
aja, sekalian saya mau pulang. Saya juga tinggal di sana sih.”
“Wah…ngak apa-apa nih? Maaf saya
merepotkan. Terima kasih yah…eeehhh….”
“Kira….nama saya Kira Yamato,
hajimemashite Meer-san” kata cowok bernama Kira itu dengan lembut.
“Hai, hajimemashite
Kira-san…yoroshiku onegaishimasu” balasnya sambil berjalan bersama-sama menuju
rumah peristirahatan Attha.
::di depan rumah peristirahatan Attha::
“Meer-san,
ini nih rumahnya”
“Oooh yang ini yah…besar sekali,
saya nyasar jauh sekali yah” kata Meer ramah sambil berpikir ‘sialan kau Dullandal-gichou,
berani-beraninya bikin gue nyasar sampe sejauh ini. Kalo aja lo bukan
pemimpinnya PLANT pas gue pulang lo ngak bakal selamet.’
TING TONG
“Lacus,
Okaa-san, Tadaima!!!” teriak Kira dengan suara pelan dari luar pintu.
“Ara…Okaeri Kira” sambut seorang
ibu berambut ungu yang tidak lain adalah ibunya Kira (baca: ibu angkat).
“Lho…Lacus? Perasaan kamu ada di dalem lagi masak…” tanyanya bingung ketika
melihat Meer mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ooohh…ini ada tamu buat Lacus,
dia ada kepentingan sama Lacus” kata Kira menerangkan.
“Konnichiwa, saya adalah Meer
Campbell, saya ada kepentingan dengan Lacus-sama, maaf saya mengganggu sebentar
dan saya juga sudah merepotkan Kira-san.” katanya dengan senyum manis nan
sopan.
“Oh…selamat siang Meer-san, saya
adalah ibunya Kira, ayo silahkan masuk di luar juga mendung.” ajaknya.
“Iya, terima kasih banyak
Yamato-san”
“Ngak usah formal-formal gitu,
panggil tante saja” kata Yamato-san ramah.
“Iya, panggil nenek juga ngak
apa-apa” sambung Kira sambil senyum iseng dan siap-siap kabur.
“Tunggu Kira!!!! Ngomong apa kamu
barusan!!!!” teriak Yamato-san sementara Kira sudah kabur menuju tempat
anak-anak berada. “Aahh maaf…ngak usah dipikirkan…tuh anak mang diam-diam
menghanyutkan” kata Yamato-san dengan muka memerah.
“Ah ngak apa-apa” kata Meer yang
keheranan melihat sifat Kira yang mang rada aneh.
“Nah, Meer-san, silahkan duduk,
tante buatkan minum dulu”
“ Terima kasih, jangan
repot-repot”
::di suatu tempat di mana ada Lacus dan anak2 sedang main::
“Lacus…Lacus…ah
itu dia” kata Kira yang sedang nyari Lacus.
“Ara, Kira, Okaerinasai, udah
pulang yah…ada apa? tanyanya dengan suara kalem nan manis sambil berjalan
menuju tempat pacarnya (kalo ngak salah
sih dah tunangan) itu.
“Oh ngak, tadi waktu aku ke sini,
ada cewek yang nyariin kamu. Dia sekarang ada di ruang tamu, yuk ke sana.”
ajaknya ramah.
“Ya iyalah aku bakal ke sana, kan dia tamu buat aku, kamu tuh lucu yah.” katanya lembut sambil menepuk-nepuk pipi
Kira.
Kira tersenyum biarpun mukanya
merah. Mereka berjalan bersama-sama menuju ruang tamu. Anak-anak pun mengikuti
mereka karena penasaran siapakah gerangan tamu untuk sang Utahime PLANT itu.
::ruang tamu, tempat Meer nunggu::
Meer sedang
duduk sopan di sebuah sofa sambil meminum teh Camommile nya. Meer tampak menikmati
sekali teh itu karena dia sendiri sudah dibuat muter-muter lebih dari 3 jam
oleh peta buatan Dullindal yang amat ngak karuan. Mana jalan kaki pula, ngirit
ongkos kali yah. Yah ngak heran kalo dia capek.
kan
‘Ng, tanya apa aja yah tentang Lacus-sama? BWH? Haduh!!! Kok gue kayak
om om hentai sih!!! Yah..paling-paling
nanya bagaimana hobbynya, kesukaan, dan sifat-sifatnya. Perlu tanya ke Kira-san
juga ngak yah? Kayaknya dia deket deh sama Lacus-sama, ng atau mungkin
pacarnya. Eeehh tunggu dulu!! Lacus-sama
dah tunangan ma Athrun Zala yang cool abis itu!!! Duh kok jadi musingin hali
ini sih!!! BJBK!!!’ pikir Meer dengan riber selagi Lacus dan Kira muncul di
ruang tamu.
“Lacus, nih tamu kamu, namanya
Meer” kata Kira kepada Lacus. “Meer-san, nih Lacusnya, jangan diapa-apain yah.”
kata Kira kepada Meer dengan senyum iseng lagi.
“Araa…apanya yang ‘jangan
diapa-apain’ Kira-chan….iseng deh?” tanya Lacus sambil mencubit pipi Kira,
sementara di belakang sang Utahime itu muncul aura hitam mendung. “Konnichiwa
Meer-san, Hajimemashite, Watakushi wa Lacus Clyne desu.” kata Lacus kepada Meer
dengan bahasa sopan yang biasa dia gunakan.
“Ha…hajime..mashite
…La…Lacus-sama….atashi wa Meer…Campbell desu.” kata Meer terbata-bata. Inilah pertama kalinya dia melihat wujud sang
Utahime yang dia kagumi di depan matanya sendiri. Sudah pasti Meer senang ngak
keruan.
‘KYAAAAAA!!!! Lacus-sama!!! Lacus-sama di depan gue dan manggil nama
gue!!!! Ureshi desu wa!!! Syukurlah aku hidup!!! Duh thanks bangettttt!!! Eh!!
Tapi tunggu dulu…..’
Jerit hati Meer terhenti ketika
dia menyadari suatu hal. Kira pun menyadari hal yang sama. Kenapa Lacus ngak
kaget sedikitpun pas ngeliat Meer. Meer kan PUNYA WAJAH YANG SAMA kayak Lacus!!!! Lacus hanya senyam senyum saja. Sementara
anak-anak yang mengikuti mereka sudah berteriak.
“Double Gangers!!!” teriak
seorang anak
“Ada Double Gangers!!!” teriak yang lain.
“Lacus-nee didatangi
bayangannya!!!!”
“Lacus-nee mau matiiii!!!!!
Huaaaaaaa” teriak yang lain lagi sementara ketiga orang dewasa kaget mendengarnya.
“Lacus-nee….hik…hikk…jangan
matiiiii…whuaaaaa!!!! Hueeee!!!” seorang anak berteriak dan menarik2 rok Lacus.
“Iyaaaaa….jangan matiiii!!!!
Huaaaa”
“Ara? Saya mau mati?” tanya Lacus
keheranan sambil memeluk anak-anak yang menarik roknya.
“Haah?” Meer dan Kira hanya bisa
menganga yang bikin illfeel saat mendengarkan apa yang dihebohkan anak-anak
itu. ‘What the hell did you say?’
pikir dua orang yang dah ancur Image-nya.
“Minna-chan…kok saya dibilang mau
mati sih?” tanya Lacus lembut.
“Habis…hik…hik…di sebelah
Kira-nii ada Lacus-nee lagi sih…itu kanDouble Gangers.”
“Ara?”
“Lacus…double gangers itu Aduh Boo Cape Deh’
maksudnya bila kita melihat bayangan diri kita sendiri katanya kita bakal
mati…” terang Kira yang memelas banget pas dengerin anak2 ngomong. ‘ABCD deh alias
“Bayangan aku?” tanya Lacus heran
sambil clingak-clinguk.
“Ngak ada kok…tapi masa kamu ngak
nyadar…muka Meer-san kan SAMA PERSIS kayak kamu.” berakhirlah penjelasan Kira dengan suara yang dah
ditekan dan dengan senyum yang dipaksakan. Sementara Lacus kembali menatap
Meer.
“Oh Ya ampun. Kok aku baru nyadar
yah?? Meer-san muka kita kok mirip yah??? Apa kita saudara kembar yang terpisah
sejak kecil?? Wah senangnya!!!” ucap Lacus riang gembira sementara Meer dan
Kira ternganga lagi. Kira sih mang dah biasa, apalagi Athrun. Tapi Meer
benar-benar ngak nyangka.
“Nah minna-chan, kalian main2
sendiri dulu yah.” Anak2 pun kembali ke tempatnya dan bermain lagi.
“Jadi Meer-san, ada perlu apa
dengan saya? Aah sebelumnya kok muka kita bisa sama sih?” tanya Lacus sambil
duduk di samping Kira.
“Ah..iya…ng…duh…ehh…eeetooo.”
Meer gugup banget nih.
“Meer-san, tidak usah gugup gitu,
langsung to the point saja” Kira menghibur.
“Ah Hai!!!! SEBENARNYA SAYA
DIPANGGIL OLEH DULLINDAL-GICHOU!!! PIMPINAN PLANT YANG SEKARANG. KARENA
LACUS-SAMA TIDAK ADA DI ORB, DIA MEMINTA
SAYA UNTUK MENGGANTIKAN LACUS-SAMA DAN AKFHAGAFYAROUIRGAJFIDFKJAFJAFJAUGSAUAK
UAGIARFAIGAHAKLHFIAHAN IAFOIAHFIEKFAKFYVIKFNAKHFYIGF FYIAHFIAYAJFKDUJFOFAPRIPAUAIAHFHAFKHDJKGHAH
IAFAIUIAFHI RFIAFYA0RAYIGAHWN FAIUFOIAGIOAOFYSA AIFAOFAOIYROAUYR8AYHAYIYU AFYAAYFUIHUGSO
GSIYAUY0URAY89RAYAHFB A ATYAYFYGAYHORYAAHOIAWOA AUFAURPA AUOTAUTETAUI!!!!!”
ucap Meer ngak keruan dengan terburu-buru saking gugupnya.
‘Mbak mbak…kalo ngomong pake bahasa manusia dong. Ni yang ngetik fanfic
ini aja ngak ngerti kamu ngomong pake bahasa apa.’ pikir Kira dalam hati
yang sama sekali ngak nangkep apa yang Meer katakan. “ Aaahhh…Meer-san,
ngomongnya pel….” belum selesai ngomong sudah dipotong oleh Lacus.
“Oooohhh…gitu yah? Saya mengerti.”
jawab Lacus penuh senyum.
‘KAMU NGERTI!!!! SUMPE LOE’ pikir Kira dalam hati lagi, dia heran
banget.
“Jadi kamu pengen wawancara saya kan? Gampang kok!
Meer-san jadi penggantiku kan?
Makasih yah dah bantuin. Dullandal-gichou itu pinter banget yah!! Ahahahaha”
kata Lacus dengan riang dan santai.
“Ah…hahahaha….” Meer tersenyum
heran membayangkan Lacus yang dia lihat di TV dan yang sekarang ini di
hadapannya.
Poin 1: Lacus-sama ternyata punya sifat Easy-Going.
“Jadi…apa yang mau ditanyakan
Meer-san?” tanya Lacus dengan ramah.
“Ah…hai!!! Apa hobby Lacus-sama?”
tanyanya dengan muka merah.
“Hobby? Ng…gimana yah? Saya suka
menyanyi, bikin teh, masak, bikin kue, baca, sama maen ma anak-anak.”
‘Aaaahhhh….so sweet…Lacus-sama mang murni luar dalam yah’ pikir
Meer yang terhanyut dalam dunianya sambil menulis dalam bukunya.
‘Nyani, bikin teh, masak, bikin kue, baca, ma maen ma
anak-anak….bentar!!! Kayaknya ada yang kurang deh’ pikir Kira sambil
menghitung di jarinya.
“Eeetooo….lalu, apa kesukaan atau
yang disukai Lacus-sama?”
“Yang disukai…ehe…sudah pasti
Kira..yang disebelahku ini…”katanya sambil tersipu malu.
‘Aaaahhh…..so sweet…makasih Lacus sudah milih gue…duh…untung gue
hidup…’ sekarang gantian Kira yang hanyut dalam dunianaya, seneng banget
deh.
‘Duh…so sweet banget pasangan satu ini…tapi Athrun-san nya gimana yah?
Ah, apa jare lah!’ pikirnya sambil menulis.
“Lalu saya suka Haro-haro ini,
saya juga suka anak-anak. Anime ma manga juga suka.”
‘Perasaan ada yang belum disebutin lagi deh’ pikir Kira yang kembali
khawatir.
“Waiii Lacus-sama!!!! Saya juga
suka baca manga dan nonton anime!!! kata Meer gembira.
“Wah…kita sama dong Meer-san!!!
Suka Anime apa?”
“Saya suka DN Angel!!..kalau
Lacus-sama?”
“Saya suka Gundam SEED Destiny
Kagura….eeehh salah… saya suka XXX Holic!”
“Wah…saya juga suka XXX Holic!
Kalo manganya saya suka Ouran Koukou Host Club” Meer semakin antusias.
“Wahhh…saya juga!!! Kita sama
yah, saya juga suka DN Angel”
“Benar…Hiwatari Satoshi itu bikin
ngak tahan!!”
“Benar Meer-san, sikapnya cool
dan imut dan suranya itu loh!!!”
“Dalam Ouran juga, saya suka
karakteristik Tamaki.”
“Benar sekali, baik tapi konyol
sekali.”
“Benar sekali Lacus-sama”
‘Kok jadi ngomongin anime ma manga sih, ngak wawancara nih?…eh…perasaan
anime yang paling disuka Lacus itu bukan
XXX Holic deh… ’ Kira keheranan banget dalam hati semakin khawatir apa yang
dilupakannya tentang Lacus.
Selama 1 jam, kedua gadis itu
membicarakan tentang anime, manga sampai seiyuunya. Akhirnya pembicaraan
tentang hal itu selesai juga dan Meer berpindah ke pertanyaan-pertanyaan yang
lain.
Poin 2: Lacus-sama ternyata otaku anime dan manga (ini kan Cuma fanfiction)
“Lacus-sama!!! Terima kasih
karena sudah membantu saya dalam wawancara ini…Hountouni Arigatou
Goshaimashita!!!!” kata Meer kesenangan.
“Sama-sama Meer-san, saya senang
bisa ngobrol Anime sama Meer-san…soalnya si Kira ini nontonnya yang “anime
hentai” doang (Fansnya Kira, ini Cuma Fanfic loh) J” jawabnya blak-blakan
sambil ketawa.
“ Oi Lacus!!! Athrun juga loh!!!!
Bartfeld-san juga!!!” kata Kira refleks dengan muka merah dan kaget. ‘Duh, jangan buka aib orang dong mbak…’
pikirnya…padahal dia sendiri membuka aib kedua temannya =)
“ Ngak apa-apa kan …itu tandanya kamu tuh normal…” kata
gadis berambut pink itu sambil mencubit pipi pacarnya.
“ Iya!!! Itu benar sekali Kira-san! Jarang sekali
cowok nonton shoujo Anime!!! Apalagi yang Yaoi!!!” sambung Meer.
‘YAOI!!! Duh gue bener-bener
ngelupain suatu hal deh….’ pikir Kira dengan keras sambil menggaruk-garuk
kepalanya.
‘Apakah yang dilupakan sama gue tentang Lacus?’
“LACUS-SAMA!!!!” kata Meer
tiba-tiba sampai membuat 2 orang manis kaget setengah mati. Lacus sih cuma
seperempat kaget…tapi Kira 3 perempat boooo…. Yah siapa yang ngak kaget sih
kalo denger Meer tiba-tiba teriak gitu.
“Ada apa Meer-san?” tanya Lacus dengan nada
ramah biasa.
‘Aku heran, kok kamu bisa tenang-tenang gitu aja’ pikir Kira.
“ Duh…gimana
yah….eeerrrr…..duuuuuhhhh…..saya….saya….” kata Meer terbata-bata.
“ Saya….?”
‘ Duh, ada apaan lagi nih…?’ pikir Kira sambil bersiap-siap barangkali
ada kejutan laen.
“ saya…saya…SAYA INGIN MINTA
TANDA TANGAN LACUS-SAMA!!!!!” jeritnya sambil malu malu dan gugup.
‘BJBK!!!! Duh penting ya mbak, Cuma minta tanda tangan pake teriak
segala’ pikir Kira sambil menggunakan majas sindiran level sinisme.
“Ooouwww…saya kira apa…tunggu
sebentar yah…saya ambil Copic dulu…”
“Terima kasih…santai saja
Lacus-sama!!!” jawabnya walaupun tidak bisa menahan kegembiraan.
Lalu Lacus pun lenyap dari ruang
tamu (baca: meninggalkan ruang tamu) bagai ditelan angina (hiperbola deh). Meer
benar-benar kesenangan dapat bercakap-cakap dengan Lacus. Tanpa sadar dia
bicara sendiri.
“Aaaahhh….Lacus-sama sampai
terakhir pun dikelilingi aura bersih nan suci…” Meer bicara sendiri.
“ Kira-san pasti bahagia punya
pacar kayak Lacus-sama yah?” tanyanya.
“Ah ehe…yahh…ya gitu deh” jawab
Kira dengan muka merah.
‘Ya iyalah…gue gitu loh…Lacus gitu loh…ada yang mau ngalahin?’
pikirnya Kira dengan narsis abis mengingat karena mereka selalu langgeng.
“Lacus-sama itu benar-benar tanpa
cela yah?”
‘Tanpa cela…kayaknya ngak deh’ pikir Kira yang kembali khwatir.
Tiba-tiba atmosfir di ruang tamu
jadi ngak enak. Kira kembali memikirkan apa yang dia lupakan. Meer jadi heran
banget ada apa dengan Kira.
‘Duh…perasaan ini kok muncul terus sih dari Lacus ngomongin hobby,
kesukaan ma anime….’ Kira berpikir keras.
“OOOHH IYAAAA!!!!!” jeritnya.
Sekarang Meer yang kaget setengah
ma Kira yang tiba-tiba teriak. ‘An***t!!!
Ira kalo ngomong aja jerit-jerit coba, mau bunuhi isun kah!!!! (translate: kamu
kalo ngomong jangan keras keras dong, mau membunuh saya yah!!!!) A*u!!!!’
kali ini Meer yang protes dengan jeritan Kira biarpun dalam hati.
“Kira-san?” Meer bertanya dengan
nada sabar.
“Aaanooo….Meer-san…sebenarnya
Lacus ngak segitu-gitunya lohh. Dia ada juga sisi parahnya…”
“Sisi parahnya?”
“Iya…kamu masih inget ngak waktu
tanyain hobbynya? Sebenarnya ada 1 hal yang belum dia sebutin…gini nih…”
FLASH BACK
Kira Yamato seorang cowok imut
nan cantik dan kalem sedang duduk dengan di teras sambil liat pemandangan
bersama robot burung pemberian sahabatnya Athrun, Torii. Jika ada anak cewek
lewat mata mereka pun akan tertuju pada si imut ini alias naksir. Bahkan sang
pengarang pun jatuh cinta pandangan pertama pada sang Ultimate Coordinator ini.
Ketenangan auranya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dia tidak
memperdulikan ada berapa cewek yang ngejar-ngejar dia, bahkan sampai
nge-stalker dia. Tidak peduli juga sudah berapa kali dia menjadi musuh dari
cowok-cowok lantaran cewek-cewek dah pada ngejar-ngejar si imut satu ini.
Singkat kata Cuek Aja!!! Baginya hanya 2 orang di hatinya. Lacus Clyne pacarnya
dan almarhum Fllay Alster yang tak lain adalah mantan pacarnya yang sudah
meninggal dalam kecelakaan (A/N: gitu2 gue suka banget ma Fllay). Lho!!! Kok
malah bahas Kira sih…
kan
mau Flash Back!!!
Ketenangan pun terpecah ketika
seorang gadis manis berambut pink yang tidak lain adalah Lacus yang
mencari-cari Kira.
“Kira…Kira…oh di sini..saya
nyari-nyari kamu” kata Lacus.
“Ada apa Lacus-san?” tanyanya dan masih pake
formal…yah namanya baru pacaran setengah tahun.
“Araaa….Kira…saya sudah
bilang…panggil saja saya Lacus”
“Aahh…i..iya…ada apa Lacus?”
sambil malu-malu.
“Aku hari ini beli gaun, sekarang
aku mau nyoba dulu…jadi aku minta pendapat kamu…cocok atau nggak gitu loh.”
“Ah..baiklah..ayo” ‘Lacus sih pasti cocok pake gaun apapun juga, yang
penting sopan’ Kira tersenyum memikirkan Lacus bakal semanis apa.
Kira dan Lacus masuk ke rumah dan
berjalan menuju kamar rias. Di depan pintu kamar rias, Cagalli Yula Attha…yang
tidak lain adalah saudara kembar Kira. Saat itulah Cagalli dan Lacus…eerrr…
tersenyum iblis eeeuuuy. Perasaan Kira jadi ngak enak.
“Cagalli-san, kita mulai
misinya?” tanya Lacus sambil berjalan menuju arahnya.
“Tentu saja…kapan lagi saat-saat
ini ada, ayo kita mulai Lacus” jawab Cagalli riang biarpun masih tersenyum
iblis.
“Eeerrr…Lacus…Cagalli…kalian mau
apa sih?” tanya Kira semakian khawatir.’Kok
perasaan gue ngak enak yah?’
“Udahlah!!! Lo diem aja!!! Ayo
masuk!!!” kata Cagalli sambil masuk ke kamar rias diikuti Kira dan Lacus.
CKLIK
Bunyi apa tadi? Yup, so pasti itu
bunyi pintu yang DIKUNCI dengan rapat sehingga tidak 1 orangpun bahkan binatang
dapat keluar dari sebuah pintu yang sudah disegel aman nan ketat (hiperbola
lagi deh). Hanya mendengat suaranya saja Kira sudah mematung dan khawatir ngak
keruan. Rasanya bakal ada kejadian buruk yang bakal nimpa dia deh. Saat itu
Lacus mengeluarkan sebuah benda berwarna hijau dari tasnya. Yup, itu adalah
Torii. Dia langsung memberikannya pada Cagalli.
‘Lho…perasaan tadi Torii ada di baju gue deh, kok ada di Lacus yah…terus
kenapa dia ngasih itu ke Cagalli?’ pikirnya sambil merogoh-rogoh saku
bajunya. Kekhawatirannya sudah membuatnya berkeringat dingin ngak keruan.
“K-I-R-A-CHAN….lihat ini…gue bawa
Torii kesayangan kamu…” kata Cagalli sambil tersenyum iblis eeeuuuyy.
“Te..terus kenapa Cags?”
“Ikuti kata-kata kita berdua kalo
lo ngak mau Torii ini ngak selamet…fufufu…”
“What!!!! Maksud Lo!!!”
“Yah…dah gue bilang kan…kalo lo ngak nurutin
perintah kita…ni Torii bakal ngak selamet lagi! NGAK SELAMET LAGI!!!”
Kekhawatiran Kira sudah terbukti.
Dia kena jebakan. Apa perintah yang mesti dilakukan. Dia ngak mau ikut-ikutan
tapi Torii kesayangannya bakal ke surga. Gimana nih!!!! Dia mesti milih yang
mana?
‘Duhh…mimpi apa gue semalem…Kok bisa kena jebakan gini. Mereka mau apa
sih? Tambah lagi Lacus kok ikut-ikutaan Cagalli…BJBK deh!!’
“Ya udah deh…kalian mau apa?”
katanya memelas dan mengalah.
Kedua gadis itu berteriak KYAAA
saking senangnya. Lacus akhirnya menghampiri Kira dengan muka penuh senyum.
“Terima kasih Kira, sebenarnya
gaun yang saya bei ini bukan buat saya tapi buat KAMU.” ucap Lacus dengan riang
gembira sambil menenjukkan gaun Gothic Lolita ke Kira.
“Bu…buatku?”
“Iya…buat kamu…”
“Kenapa aku dikasih gaun Lacus?”
“Gimana yah? Ya supaya saya bisa
liat kamu pake gaun Kira…jadi saya minta bantuan Cagalli-san dan dia juga
tertarik. Fuffufufu…”
“Apuaaaaa!!!!!”
‘Jadi…jadi Lacus yang
ngerencanain ini…buset dah!!!!’
“Nah…Kira…buka bajunya dan segera
pake ini yah” kata Lacus dengan riang gembira sambil memberikan gaun Gothic
Lolita kepada Kira.
‘Busetttttt…g pake gaun renda-renda item putih gini….hueee…ditambah lagi
gue mesti buka baju di depan pacar gue…Yadaaaaa’ tangisnya dalam hati.
“Lo lama banget sih…sini kita aja
yang lepasin baju lo!!!” perintah Cagalli.
“Kira…tenang dikit yah…kamu ngak
mau kan Torii
kamu rusak?” ucap Lacus dengan muka yang SWEET banget, sambil membuka baju
atasan Kira.
“WUAAAAA!!! TIDAKKKKK!!! SOMEBODY
HELPPPP MEEEEEE!!!” teriak cowok malang itu sambil meronta-ronta.
Di luar kamar rias, berdirilah
Athrun Zala yang sedang khawatir akan sahabatnya sendiri. ‘Kira sorry banget yah gue ngak bisa nolongin lo…Biarpun kita adalah
pren..gue juga takut ma Cagalli. Gue masih sayang nyawa. Maafin g yah dan
jangan dendam ma gue. Beristirahatlah dengan tenang sahabatku.’ Lalu Athrun
kembali ke kamarnya sembil cekikikan.
Mereka akhirnya sukses
“menelanjangi” (baca: Cuma bagian atasan doang kok dasar hentai) dan memakaikan
baju Gothic Lolita nan manis itu kepadanya. Kira meronta-ronta saking tidak
inginnya. Tapi semua yang dilakukan cowok itu berakhir dengan pukulan telapak
tangan dari pemimpin Negara ORB yakni Cagalli. Sang Ultimate Coordinator yang
dikatakan yang terkuat dan terhebat pun pingsan di tangan kakak kembarnya
sendiri.
20 Menit Kemudian
“Kira..Kira…ayo bangun…” sahut
Lacus sambil menggoyang-goyangkan badannya.
“Ng…Lacus…” Kira pun terbangun
setelah pingsan dengan sukses. Leher bagian belakangnya masih sakit bekas
dipukul Cagalli.’A****t, dasar tomboy!!! Mukul pake tenaga ngak kira-kira
Ki**k!!!!’
“Oi Kira..kerjaan lo belum
selesai!!! Cepat bangun dan keluar dari kamar ini!!!” titah Cagalli.
“Na…nani??”
“Gue bilang lo pergi ke teras
sekarang juga!!! Kita berdua kan pengan liat hasil karya kita tau!!!”
“Pa…pake baju kayak gini?” Kira
tambah ngak mau keluar setelah melihat bayangannya sendiri dalam cermin.
‘Buseeeettt…ya ampounn…mana gue mau…somebody…please help me….’
“K-i-r-a-s-a-m-a….bisakah kamu
cepat keluar atau Torii ini bakal saya timpuk dengan laptop kamu fufufuf” Lacus
menambahkan dengan senyum iblisnya tapi tetap manis sekali.
‘La…Lacus…kamu itu berkepribadian ganda yah??? Hik hik…tega nian ma gue’
pikirnya dalam hati sambil nangis. “Se…sekarang yah?”
“Ngak Kira…taon depan yah…YA
SEKARANG LAH..KAMU GIMANA SIH” suara Lacus pun tambah keras, kayaknya dia sudah
habis kesabaran tapi masih aja senyam-senyum.
“Ha…Haiii!!! Wakarimashita!”
refleknya karena terperanjat juga. Dengan segera dia keluar dari kamar rias. Lacus dan Cagalli pun
mengikutinya.
::Masih di ORB, di kompleks deket rumah peristirahatan
Attha::
Shinn Asuka, seorang cowok
berambut hitam raven dan bermata ruby yang tidak kalah imutnya dari imutnya
dari Kira Yamato sedang berjalan menuju rumah peristirahatan Attha. Buat apa?
Yah, lagi pengen ngunjungi mereka aja, sekalian nebeng makan hehehe. Sama
halnya dengan Kira, ke mana pun dia pergi selalu “dikuntit” oleh berlusin-lusin
cewek yang naksir sama dia. Beda dengan Kira yang selalu tenang nyaris
pendiam…Shinn masih bisa ramah-tamah sama berlusin-lusin fans girls nya. Tetap
saja dengan senyum yang dipaksakan. Apalagi jika dia sudah otomatis jadi musuh
para cowok…ngak bisa tenang lagi deh. Tapi itu mah biar aja, soalnya di dalam
hatinya sudah ada Stellar Loussier seorang. Pacarnya yang manis, imut, kalem,
biarpun rada telmi yah. Tapi jangan membuat Stellar marah kalo ngak mau dikirim
ke surga sekarang. Duh…cape deh…kok gue malah bahas
Shinn lagi sih…
Di tengah perjalanannya menuju
rumah peristirahatan Attha, Shinn mengambil ponsel yang berwarna PINK miliknya
yang sebenarnya adalah “peninggalan” adiknya, Mayu Asuka. Saat ini Mayu-chan
sedang pergi piknik dengan teman-temanya. Dia menekan beberapa tombol di ponsel
itu, tapi bukan mau nelpon melainkan…
‘”Ya…di sini Mayu…Tapi maaf, saat ini aku tidak bisa menjawab. Tolong tinggalkan
pesan setelah bunyi Bipp…”’
Nah ketahuan kan, hobby dari Shinn adalah mendengarkan
Answering Machine dari HP secondnya. Walaupun punya pacar, ternyata Shinn masih
SISTER COMPLEX eeuuuyyyy. Dia kangen banget sama adiknya yang berambut coklat
dan bermata amethyst itu. Makanya dia selalu menyetel answering machinenya biar
bisa mendengarkan suara Mayu-chan di mana pun dan kapanpun.
“Hik Mayu….kapan sih kamu pulang,
gue kangen nihhhhh….” Katanya memelas dengan gaya sister complex seperti Hasumi Rihito.
Tinggal 5 meter dari halamn rumah
peristirahatan Attha…Shinn melihat seorang perempuan berambut panjang coklat
dan diikat piggy tail bawah. Cewek tersebut memakai gaun yang berenda-renda
imut dan bermata amethyst. Cewek itu berlari tanpa liat arah dan tanpa sadar
menuju ke arahnya. Entah kenapa cewek itu seperti bermaksud melarikan diri dan
menangis. Wajah menangisnya yang imut mengingatkan dirinya pada seseorang.
Ya!!! Mengingatkannya pada Mayu Asuka, sang adik yang paling disayanginya.
“Mayu!!!!” jerit Shinn ke arah
cewek itu dan menarik tangannya.
“eehh…..” kata cewek itu
kebingungan.
“Mayu!!! Akhirnya kamu pulang
juga, aku kangen banget ma kamu!!!” kata Shinn sambil MEMELUKNYA.
“Ma…mayu?” cewek itupun kaget
diPELUK sama Shinn.
“eh…kok rasanya ada yang aneh
yah” ucap Shinn sambil melepaskan pelukannya dan melihat cewek itu lebih
teliti.’Eh…perasaan ini cewek lebih
tinggi daripada gue yah…waduh ini mah bukan Mayu…set dah’ (mas..mas…makanya
mikir dulu sebelum berbuat)
“anooo….”
“Waaakkkk…maaf…maaf…hountouni Gomenassai!!!!
Maafkan saya MBAK!! Mbak mirip banget sama adik perempuan saya…jadi saya reflek
meluk Mbak…maafin saya yah Mbak!!!” kata Shinn kaget setengah mati dan buru2
minta maaf.
“ ’Mbak’ kau bilang?” kata cewek
itu dengan suara berat.
“Eng?” Shinn mulai bingung, ada
yang salah dengan ucapannya sampai dia merasa bahwa kerah bajunya dicengkram.
“ANJ**T ni Bocah Jalid!!! Anake
sapa sih ira kuh!!!! (translate: kamu tuh anaknya siapa) Beraninya ngatain gue
Mbak!!! Bangsat!!!” jeritnya sambil mencengkram kerah baju Shinn.
“Loh!! Loe cewek kan!!! Harusnya loe
makasih ma gue ngak gue panggil tante taok!!!” Shinn menjadi geram dan
melepaskan cengkramannya.
“Mananya yang cewek dari gue!!!!
Gue tuh cowok, Jalid!!!! Dasar Shinn edan!!!!”
“Haaahh!!!” Shinn jadi bingung
setengah mati, cewek semanis ini ternyata cowok. Entah kenapa dia jadi ingat
seseorang. “Jangan bilang kalo lo itu……”
“ Dudutzzzz!!! Iya!!! Gue itu
Kira taok!!! Kira Yamato!!!” jeritnya. Nah, perlu dikoreksi tuh….yang tadi
dipeluk Shinn bukan seorang cewek tapi seorang Kira Yamato yang memakai (baca:
dipaksa) baju cewek yang manis dan berenda-renda.
“Hah!!! Wakakakakakakakak!!! Ra,
lo pantes banget pake gituan…cocok cocok banget wakakakakakakakkakak!!!!” Shinn
ngomong blak-blakan sambil ketawa. Tawanya berhenti setelah merasakan hawa
pembunuhan di sekelilingnya
PYAAAARRRR
SEED milik Kira akhirnya keluar
juga. Wujud aslinya yakni Ultimate Coordinator telah keluar. Di tangan kanannya
ada Riffle (emangnya Buster Gundam yah) , di tangan kirinya ada pedang yang
memakai Beam (emangnya Strike Freedom Gundam yah). Ntah dari mana senjata ngak
jelas itu berada J
. Kira benar-benar sudah habis kesabaran dan siap mengirim Shinn ke api
penyucian. Wajah Shinn dah ketakutan banget ngak keruan. Sudah tidak ada yang
bisa menghentikan sang Ultimate Coordinator yang mengamuk. Adegan
berdarah-darah pun akan dimulai 15 detik lagi…tetapi…
TOOOOOONNNNGGGG
Kira pun kembali pingsan dengan
sukses setelah Lacus memukulnya dengan 2 palu yang besssuuuuarrrr yang habis dirental
dari Chusonji Eri (chara nya CLAMP loh). Shinn mengusap-ngusap dadanya karena
dia bisa selamat juga dari si berseker satu ini.
“Hohohoo…maaf yah Shinn…si Kira
dah keterlaluan nih” kata Lacus dengan mimic riang gembira.
“…ngak..ngak apa-apa kok, tapi
kenapa sih Kira make baju cewek?”
“Hohohoho…saya yang
nyuruh…nah…mari masuk dulu….” Jawab Lacus sambil menyeret Kira masuk ke rumah.
Shinn heran sambil menganga…tapi diam saja.
::ruang tamu::
Shinn duduk di sofa ruang tamu
dan dijamu secangkir teh darjeling oleh Yamato-san. Di sampingnya ada seorang
Kira yang pingsan tergeletak di sofa juga. Melihat luka-lukanya yang
“parah”…kalo diderita oleh natural (manusia biasa) mungkin tidak akan sadar
dalam 7 jam…entah kalo ultimate coordinator.
“Jadi Lacus-san…kenapa Kira
disiruh ginian sih?” tanya Shinn sambil menyeruput tehnya.
“hohoohoho…gimana yah…karena Kira
itu manis sekali….saya ingin memakaikannya gaun yang manis hihihi…benar kan Cagalli-san?” tanya
Lacus sambil menoleh ke arah Cagalli.
“ooouuuww…betul banget tuh…”
jawab Cagalli sambil nyengir.
‘alasannya ngak banget dehh mereka ini…tapi menarik juga nih’ pikir
Shinn meletakan cangkirnya di meja. “Jadi…sekarang si Kira-sama ini mau diapain
nih…eehehehe?” tanya Shinn sambil ikutan nyengir. Shinn kelihatannya mulai
tertarik dan berniat ikut-ikutan.
“Ooohh….untuk itu saya sudah merencanakannya…Cagalli-san
tolong panggil dia yah?” pinta Lacus kepada Cagalli.
“Okay” jawab Cags dan dia pun
langsung lenyap dari ruang tamu.
“Dia?” tanya Shinn kebingungan.
“begini nih…dengerin
yah…sini-sini……” Lacus menyuruh Shinn mendekat dan membisiki sesuatu kepada
Shinn. Keduannya pun tersenyum iblis. Apa yah yang direncanakan mereka bertiga?
::10 menit kemudian::
“Cagalli, ada apaan sih???” tanya
Athrun yang repot jalannya karena ditarik-tarik oleh pacarnya ke ruang tamu.
“Dah lah…lo diem aja deh…cepetan
atuh!!!” perintah Cagalli sambil menarik-narik Athrun.
Athrun dan Cagalli pun memasuki
ruang tamu. Athrun terkejut, mengapa suasana di ruang tamu SURAM sekali. Dia
melihat ke arah Lacus dan Shinn…wajah mereka pucat sekali. Cagalli juga
ikut-ikutan pucat…ada apaan nih???
“A..anooo…kalian kenapa?” tanya
Athrun yang perasaannya dah ngak enak…apalagi Lacus dan Cagalli sudah
menitikkan air mata.
“A…Athrun…aku minta bantuan
kamu…please” kata Cagalli dengan air mata yang sudah mengalir ke pipinya.
“Ok…Ok….bantu apaan? Ceritain
dong” Athrun langsung mengusap air mata di pipi Cagalli dan menyanggupi permintaan Cagalli karena tidak
ingin membuat pacarnya menangis terus.
“Athrun…ada seorang fans girl
kamu yang berkata akan bunuh diri jika kamu ngak putus ma Cagalli-san. Tadinya
saya dan Cagalli-san hanya menganggap bahwa dia hanya bercanda…tapi ternyata
dia benar-benar lompat ke kolam renang 2 meter di depan dan ngak bisa berenang.
Sampai sekarang dia masih pingsan dan tak bernafas” tambah Lacus dengan muka
sedih dan pucat.
“Ja..jadi…aku harus…” Athrun
menjadi merasa bersalah dan perasaannya ngak enak.
“Jadi tolong kamu ngasih CPR ke
dia yah…karena kami bertiga tidak bisa dalam hal itu” lanjut Lacus.
“Ca…Cagalli…” Athrun menoleh ke
arah Cagalli dengan pandangan khawatir.
“Athrun…sekarang bagi kamu yang
penting itu menyelamatkan dia dan jangan pikirkan tentang aku…” ucap Cagalli
tersenyum di tengah tangisannya.
Athrun menganggukkan kepalanya
dan bertanya kepada Shinn. “Jadi, dia ada di mana Shinn?”
“Sini…ikuti aku…kelihatannya
belum terlambat” jawab Shinn keluar dari rumah diikuti oleh Athrun, Cagalli
serta Lacus.
Mereka berempat pun sampai ke “lokasi
kejadian” (emang polisi yah)…Bayangkan aja Athrun ngeliat seorang cewek yang
pingsan ngak sadarkan diri tergeletak di samping kolam renang. Wajahnya sudah
seperti pasrah menunggu kematian Yah… langsung aja Athrun menghampiri orang
yang unconscious itu dan membungkuk.
“Athrun…cepatlah…” pinta Cagalli
dan Lacus.
“Iya…doain aku yah” doa Athrun
karena dia lah yang menyebabkan cewek itu “bunuh diri”. Athrun lalu
mendekatinya dan memberinya CPR!! Yesss!!!
Alih-alih pas bibir mereka
bersentuhan satu sama lain, mata orang yang pingsan itupun terbuka dan terbelalak…lalu
membuat Athrun mental (baca: dipukul) secara sukses…iyeeeeiii. Athrun sempat
kaget, kok dia tiba-tiba dipukul. Tetapi kekagetannya itu bertambah karena
orang yang diciumnya itu bukan fansgirl nya tapi BEST PREN nya sendiri yakni
KIRA YAMATO!!!! Hahahahahh, dua orang terjebak dalam perangkap yang sama.
“KIRA!!!!”
“ ATHRUN!!!! GUE….GUE NGAK
NYANGKA!!! TERNYATA LO PUNYA HOBBY KAYAK
GITU!!!!” terik Kira saking shocknya karena dicium oleh sahabatnya sendiri,
cowok pula!!
“ Wei Kira…jangan salah paham!!!!
Gue juga ngak tau kalo dia tuh lo tau!!! Gue itu ngak Homo tau!!!” protes
Athrun yang ikut-ikutan shock.
“Kira…Athrun!!! Nice Job!!!” kata
Miriallia Haww, salah seorang teman Kira yang muncul tiba –tiba dari balik
pohon sambil BAWA KAMERA dan menuju ke arah Lacus.
“Miriallia-san, terima kasih atas
bantuannya…nanti saya akan bawa honornya” kata Lacus kepada Miriallia.
“Sama-sama Lacus-san, nanti
foto-fotonya akan saya berikan”
“Fo…foto..?” tanya Kira dan
Athrun bebarengan dengan khawatir.
“Yup!! Foto kalian berdua yang
sedang C-I-U-M-A-N…” jawab Milly dengan senyum.
“What!!!!! Sumpe lo!!!!” teriak
Kira sementara Athrun ngak tau mesti ngomong apa-apa lagi.
“Wah wah…Lacus, kita ini pinter
banget acting yah? Bayangin aja dua cowok ini gampang banget ketipunya. Apalagi
Athrun, mana ada fansgirl nya yang berani bunuh diri…hehehe” kata Cagalli
dengan ekspresi iblisnya yang kembali muncul setelah menghapus air matanya.
“Ya…yaaa…itu benar sekali
Cagalli-san…tapi justru itulah yang membuat mereka manis sekali kan?” sambung Lacus
dengan senyum iblisnya.
“A….aaaaaahhhhh…..” kata Kira dan
Athrun memelas dengan gaya
Suou Tamaki (ouran) ><.
‘La..Lacus…gue dosa apa ma lo Lacus, ada dendam apa lo ma gue?’ Kira
terpuruk saking shocknya.
‘Cagalli…lo kurang puas yah ngerjain gue terus?’ Athrun pun
ikut-ikutan terpuruk. Entah ini sudah ke berapa kalinya dia “disiksa” oleh
Cagalli.Malang…malang benar nasib kedua
cowok itu. Athrun dikerjai mantan tunangannya (baca: Lacus) dan pacarnya (baca:
Cagalli) sama juniornya di ZAFT (baca: Shinn). Kira dikerjai olah pacarnya
(baca: Lacus) dan saudara kembarnya (baca: Cagalli) sama teman baiknya (baca:
Milly). Melas yah…dikerjai segerombol orang sekaligus.
“Wakakakakakakakakakakak….Kira!!
Athrun!! Kena loh semua wakjakakakakakak….coba kalo foto-foto mereka dipasang
di mading yah…wakakakakakakak” tawa Shinn yang sudah tidak bisa ditahan lagi
sambil memukul-mukul dinding.
‘Ni bocah An****t bakal ngak selamet pas lo pulang nanti’ pikir Kira
dan Athrun bebarengan.
“Ehem…tapi makasih banget sama kamu
Shinn, kedatangan lo membuat satu adegan bagus lagi loh..” kata Cagalli dengan
senyum iblisnya ke arah Shinn.
“Hee?” perasaan Shinn tiba-tiba
ngak enak.
“Eheeemm…tadi aku ngefoto adegan
kamu PELUKAN ma Kira, Shinn.” sambung Milly santai.
“Wakkkkk!!!!!” teriak Shinn dan
Kira. Yah…Shinn kena batunya deh tapi kasihan deh Kira, kena jebakan foto dua
kali.
“Jadi Shinn…tadi kamu bilang
foto-foto ini lebih baik pasang di mading…mau dipasang?” tanya Lacus.
Kata-katanya yang singkat dan ramah langsung membuat 3 cowok itu kaget setengah
mati.
Gila aja!!! Aib dong kalo ada
orang-orang laen ngeliat foto-foto abnormal BJBK kayak gitu. Masalah buat Kira:
gimana kalo anggota-anggota kapal Archangel
ngeliat? Gimana kalo temen-temen lamanya ngeliat? Gimana kalo cowok-cowok se
RTdan seRW ngeliat? Yah dia pasti bakal diketawain habis-habisan (tapi sang
penulis fanfic ini berpendapat bahwa para cowok-cowok bakal naksir ma Kira
hehehe). Masalah buat Athrun: Celaka tiga belas!!! Bisa gawat tuh kalo temannya
di ZAFT yakni,Yzak ma Dearka ngeliat fotonya sedang berCIUMAN dengan cowok….yah
sudah pastilah harga dirinya jatoh (tapi sang pengarang ini mendukung Athrun x
Kira hehehehe) Masalah buat Shinn: Dia bisa mati deh kalo Stellar ngeliat
fotonya lagi PELUKAN ma Kira. Ditambah lagi harga dirinya sebagai kakak bakal
jatoh di hadapan Mayu. Belum lagi teman-teman di ZAFT bakal ‘ngapa-ngapain’ dia
tuh (padahal sang pengarang ini sangat mendukung adanya Shinn x Kira heheheh,
tentu saja semenya harus Shinn)
Di tengah segala pikiran dan
pertanyaan yang BJBK itu. Dengan saat yang bersamaan Shinn, Kira, dan Athrun
berlutut duduk bersimpuh di hadapan Lacus dan Cagalli.
“Duh, kalian jangan menyembah
kami berdua dong.” kata Lacus.
“Ngak apa-apa Lacus, ada maunya
nih” tambah Cagalli.
“LACUS!!! CAGALLI!!! KAMI PLEASE
BANGET!!! TUH FOTO-FOTO JANGAN DISEBAR!!! PLEASE!!!” teriak ketiga cowok itu
tapi bikin illfeel deh.
“Tenang aja…ngak akan kusebar kok
fufufu” jawab Lacus.
“Ehem…tapi kami tetap berhak akan
menyebarkan foto-foto itu kalo kalian berbuat aneh-aneh…betul kan Lacus?” sambung Cagalli.
“Yahh…itu benar sekali
Cagalli-san…nah Cagalli-san, Miriallia-san..ayo kita masuk ke dalam dan minum
teh bersama” ajak Lacus dan pergi ke ruang minum teh diikuti oleh Cagalli dan
Miriallia. Mereka bertiga meninggalkan cowok-cowok malang itu di luar sambil tertawa. —kejam
yah…tapi gue dukung kok hohohohohohoh—
“Aaaaaahhhhhh” ucap pasrah ketiga
cowok itu masih dengan logat Suou Tamaki. Melas…melas banget deh kalian
bertiga.
END OF FLASH BACK
“Jadi singkatnya Meer-san, Lacus
itu punya hobi yang sangat iseng dan merepotkan banyak kaum laki-laki” selesai
Kira sambil pucat pasi begitu mengingat kejadian itu. ‘Buset, Fllay aja ngak pernah gitu ma gue’ pikirnya.
“Ouuuww…ternyata begitu yah
Kira-san…” Meer ngak habis pikir atas sifat Lacus yang satu ini. Ternyata
seperti apapun idola, pasti punya yah ‘sisi parah’ nya.
Poin 3: Ternyata Lacus-sama itu iseng yah.
“Ng, Meer-san, masih inget ngak
sama anime kesukaan Lacus?” tanya Kira.
“XXX Holic bukan?” jawab Meer.
“Dia memang suka XXX Holic…tapi
sebenarnya yang paling dia suka itu…” sambung Kira.
“Suka apa?” tanya Meer yang
semakin penasaran.
“Kamu tahu anime Gundam SEED
Destiny kan?
(ya iyalah…ini kan fanfic Gundam SEED Destiny) Tahu ngak anime Gundam SEED Destiny kagurafuukosama
version (buset dah namanya)?”
“Aaahh…kalo ngak salah kanitu sebuah dojin GSD yang laris banget yang dibuat
oleh KaguraFuuko dan oleh Sunrisedibuat animenya karena permintaan oleh para cewek” jawab Meer (ya ampun, ini
Cuma fanfic loh). “tapi…anime itukan ada unsure-unsur ‘begituan’kan?”
“Ya…makanya si Lacus itu…” cerita
Kira
FLASH BACK
::rumah peristirahatan Attha, di sekitar beranda::
“Heemm…angin lautnya enak nih,
adem eeeuuuyy” kata Kira yang sedang santai melihat laut-laut yang tenang
berombak.
“Kiraaaa….sebentar lagi kita
makan siang…” panggil Yamato-san dari kejauhaan.
“Ya…aku bentar lagi ke sana, kaa-san” jawab Kira
sambil meninggalkan beranda keluar dari kamarnya dan menuju kamar Lacus.
“Lacus…Lacus…makan siang dah siap
nih..makan yuk” ajak Kira sambil mengetuk pintu kamar Lacus di sebelah
kamarnya. Tapi, kok ngak ada jawaban yah.
‘Lacus? Lagi apa sih kamu?’ pikir Kira sambil mendekatkan telinganya kan
ke pintu kamar. Kekagetan pun datang karena Kira mendengar suara tawa kecil yang
mencurigakan. ‘Buset…masa ada setan di
kamer Lacus!!! Tapi ni
suaranya Lacus!! Duh kenapa yah?’ “Lacus?”
Pintu kamar pun terbuka dan
keluarlah sang utahime dari PLANT. “Maaf Kira…saya tadi habis nonton di
kamar…nah ayo kita makan siang…tadi aku masak kare loh” ajak Lacus sambil
menggandeng tangan Kira.
“Ng…memangnya kamu nonton apa
Lacus?” tanya Kira.
“Eeehh….enggg…eeettoooo…itu tuh
Trinity Blood…ceritanya lumayan berat jadi saya ngak nyadar kalo ada yang
mengetok pintu…na..nah..ayo kita ke ruang makan, kamu sudah lapar kan?”
‘Kayaknya Lacus menghindari pertanyaan gue deh…sebenarnya dia nonton
apaan sih di kamer’ pikir Kira.
::ruang makan::
Kira dan Lacus sampai di ruang
makan. Meja makan penuh dengan anak-anak dan Cagalli, Athrun, Yamato-san, Malkio-san,
Murrue-san, Neo/Mwu-san, Andrew-san, juga Shinn yang dateng nebeng makan lagi
tapi kali ini ditemani oleh Stellar dan Mayu. Nah…hari yang biasanya dah rame
tambah rame deh. Kira duduk di sebelah Athrun dan ngobrol ma anak-anak.
Sementara Lacus, Cagalli, Stellar, Mayu dan Murrue membantu Yamato-san
mempersiapkan makanan dan bawain piring-piring dsb.
“Kira nii-chan!!! Ini karenya!!!
Kare buatan Yamato-oba-chan enak sekali!!!” kata Mayu yang memberikan sepiring
kare kepada Kira. Mayu sering diajak Shinn bermain ke rumah peristirahatan
Attha dan akrab dengan Kira. Kira dan Athrun sudah dianggap seperti kakaknya
sendiri…tapi sudah pasti Shinn dan Stellar lah yang paling disayang ^^.
“Makasih Mayu-chan!! Yup..kare
buatan kaa-san memang enak sekali kan!!
Masakan buatan Asuka-obasan juga enak sekali kok!!” balas Kira sambil menerima
piring dari Mayu-chan.
“Maaaayuuuuu….hik hikk…kok bukan
aku yang dikasih…hik hik…” kata Shinn sambil terisak isak. Kambuh lagi deh
Sister Complexnya hahaha. Cara bicaranya kembali mirip seperti Hasumi Rihito
wakakakakakakakak.
“Shinn-nii-chaaaannn…kamu kan sudah ada…tuhhh”
kata Mayu sambil menunjuk ke arah seseorang.
“Shinn…nih…Stellar bawain karenya
buat Shinn..Haii..kore” kata Stellar sambil menyodorkan satu piring penuh Kare.
Stellar berbicara masih dengan logatnya yang manis nan kalem yang tidak
berdosa….aiiiihhhh…manis banget deh pokoke.
“Stellar!! Un…Makasih Stellar!!!”
jawab Shinn langsung dengan muka merah tapi senang sambil menerima piringnya.
Siapapun pasti ngak akan tahan dengan senyum se-milyar dollarnya Stellar deh.
Sumpe!!!! Manis banget!!!!
—pengarang kehabisan ide…jadi masih in progess fanfiction nya…gomen…—